Senin, 30 April 2012

BeaSiswa Lulusan S1 dan S2 untuk Study Doktoral di Jerman

Bea Siswa Lulusan S-1 dan S-2 untuk Study Doktoral di Jerman, kebijakan Pemerintahan Jerman untuk memberikan Bea Siswa 5.000 Doktor melalui Program Debt Swap adalah peluang besar yang patut disyukuri sekaligus harus dimanfaatkan oleh seluruh intelektual muda Indonesia. Program ini prinsipnya adalah penghapusan hutang luar negeri Indonesia terhadap Jerman melalui mekanisme bea siswa.

Bea siswa ini diperuntukkan buat lulusan S-1 (Sarjana) maupun S-2 (Master) untuk dapat study S-3 (Doktoral) di Jerman. Bagi lulusan S-1 akan mendapatkan bea siswa S-2 di universitas dalam negeri terlebih dahulu, kemudian melanjutkan S-3 ke Jerman. Sementara buat lulusan S-2 akan langsung mendapatkan bea siswa S-3 ke Jerman. Para penerima bea siswa lulusan S-1 atau S-2 tidak dibebankan biaya apapun sampai lulus study S-3-nya. Semuanya ditanggung dalam program bea siswa.

Setiap biaya aktual yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia untuk menyekolahkan (melalui bea siswa) mahasiswanya di Jerman maka pemerintah Jerman akan menghapus hutang luar negeri Indonesia sebesar 3 kali lipat dari biaya aktual tersebut. Misalkan, jika untuk menyekolahkan 1 mahasiswa Indonesia sampai lulus Doktor pemerintah Indonesia mengeluarkan biaya 1 Milyar maka Jerman akan menghapus neraca hutang Indonesia 3 Milyar.

Artinya, jika anda ikut dalam Program ini maka anda akan melakukan 3 tindakan bermanfaat:
  1. Bisa melanjutkan study sampai S-3 di World Class University dengan tradisi almamater hampir 1000 tahun lamanya.
  2. Ikut serta menghapus beban hutang luar negeri Indonesia terhadap Jerman.
  3. Ilmu anda akan bisa dimanfaatkan untuk membangun masyarakat Indonesia sejahtera yang adil kelak.
Kewajiban bagi para penerima bea siswa ini setelah lulus terkena "Ikatan Kerja 2 kali masa study + 1 tahun" untuk mengajar di Perguruan Tinggi bisa di PTN atau pun PTS. Setelah itu bisa bebas berkarir dimana pun. Untuk dicatat, para pendaftar Bea Siswa Lulusan S-1 dan S-2 untuk Study Doktoral di Jerman  ini tidak harus berstatus dosen. Kalangan umum berhak mendaftar dengan memenuhi prosedur tertentu.


Berangkat dari ini maka pihak "Kontak Person Bea Siswa Debt Swap Dikti Bandung" bersedia mensosialisasikan Program ini kepada para peminat KAGAMA dan para peminat dari Yogyakarta serta kota sekitarnya.

Adapun agenda acara sosialisasi tersebut berisi 3 tema utama:
  1. Presentasi tentang kuliah di Jerman, Universitas Jerman dan Penjelasan secara rinci Bea Siswa Debt Swap baik secara akademis maupun administratif
  2. Pelatihan tata cara untuk mengajukan lamaran bea siswa Debt Swap.
  3. Pelatihan menghadapi test interview

Acara Bea Siswa Lulusan S-1 dan S-2 untuk Study Doktoral di Jerman menurut rencana akan diadakan di awal bulan September di Yogyakarta. Waktu dan tempat akan menyusul kemudian. Saran persiapkan secepatnya nilai TOEFL-iBT 80-100 atau IELTS 6.5-7.5, Butuh persiapan untuk kedua test tersebut. Universitas-universitas di Jerman umumnya meminta salah satu dari kedua dokumen tersebut. Di Jogja, ada lembaga bahasa yang rutin mengadakan kedua tes tersebut.

Senin, 29 Desember 2008

BELAJAR BERSAMA

cerita ini hanya pengalaman saja . Saya adalah seorang alumni SMK BATUR JAYA 1 CEPER KLATEN sekarang saya kuliah di Universitas Ahmad Dahlan yogyakarta , saya kuliah mengambil jurusan informatika , Saya kasih tahu ya...... " ceritanya begini saya dan teman saya namanya ARI KISWANTO adalah orang yang sangat awam akan yang namanya komputer kami berasal dari kota KLATEN yang kebanyakkan dahulu masih banyak sekolahan yang belum mempelajari yang namanya KOMPUTER itu dengan detail kebanyakan di klaten hanya mempelajari ms.office saja dan itu pun tidak dalam yang lain tidak di ajarkan, Apakah mungkin gurunya yang kurang pengalaman atau fasilitas sekolahan yang kurang memadahi. Saya merasa itu adalah kedua-duanya..... maaf bukan mengejek kota saya sendiri tapi ini kenyataan yang terjadi di kota saya. Saya sarankan buat masyarakat penerus kota klaten yang masih muda untuk bersabar menanti kemajuan di kota klaten yang indah bersinar. Bagi pemerintah Klaten kami berharap dengan sangat agar mendidik penerus bangsa ini untuk di beri pelajaran komputer sejak SD. jadi solusi buat menangani ketinggalan tehnologi ini adalah :
  1. Memberika pelajaran komputer dari sejak dini bisa dari SD
  2. Memberikan fasilitas untuk praktek jadi tidak hanya teori namun juga prakteknya karena untuk yang namanya komputer itu akan mudah mempelajarinya kalau belajarnya sekalian praktek jadi tidak bingung. Karena dimulai dari SD ini sebaiknya mempelajari yang mudah -mudah dulu saja dari yang dasar - dasar dulu. Kemudian waktu menginjak SLTA di beri pelajaran dengan yang namanya hardware dan software perangkat keras dan perangkat lunak. Setelah SLTA mempelari itu SMA memperdalamnya dan menambahkan pelajaran dengan yang namanya dunia maya yaitu dunia INTERNET dalam dunia maya ini banyak sekali yang dapat di pelajari, karena baru pemula maka lebih naik di beri pelajaran bertahap dahulu saja sebagai pemacu yaitu dengan :
  • Membuat email
  • Membuat friendster bisa buat penyemangat juga
  • Browsing
  • Cara download
  • Membuat Blog dengan blogger.com bisa juga buat pelajaran karena di blogger.com juga banyak yang perlu di pelajarin.
  • dll.

Mungkin sedikit itu bisa membuat bangkit kota klaten yang bersinar. Jadi tidak akan ketingalan dengan kota solo dan jogja. Mari belajar bersama , akan lebih baik lagi jika di rumah mempunyai komputer sendiri, karena dengan cara mempunyai komputer sendiri maka akan membuat mereka jadi ingin tahu dan suka mengotak atik komputernya sendiri maka mereka akan tahu.

Jangan seperti saya dan teman aku dulu waktu masuk pertama kuliah , saya dan teman saya merasa sangat asing dan bingung karen saya dan teman saya tidak tahu apa yang namanya komputer itu bagaimana cara mengoprasikannya, saya dan teman saya hanya bisa menghidupkan mematikan ms.office sedangkan yang lainnya tidak tahu sama sekali. Untung saja saat ospek saya dan teman saya mendapatkan teman - teman yang sangat baik buat kami karena mereka tidak memandang mana yang bisa dan mana yang tidak bisa dan mereka mau memberikan pelajaran privat tentang komputer sehingga saya dan teman saya tidak ketinggalan lagi tapi tetap saja susah, saya dan teman saya begitu malu ketika melihat teman saya bisa mengetik di keyboard 10 jari tanpa melihat keyboard hanya melihat monitor itu begitu baik buat saya dan teman saya, sedangkan saya dan teman saya mengetik masih dengan jari satu itu aja masih mencari dimana letak huruf -hurufnya sampai bingung dan saya bersama teman saya akhirnya memutuskan untuk slalu bertanya walau itu sangat memalukan. Akhirnya saya dan teman saya beli komputer sendiri - sendiri dan belajar otodidak sampai setiap hari setiap jam menit dan detik saya dan teman saya hanya menghabiskan waktu di depan komputer, Itu kami lakukan untuk mengejar ketingalan saya dan teman saya, akhirnya usaha yang di lakukan teman saya dan saya tidak sia - sia walau masih ketinggalan tapi saya rasa udah tidak terlalu jauh ketinggalan kami. terimakasih teman - teman saya yang baik terutama pada teman kami yang begitu semangat memberikan kami bimbingan dan pelajaran . Tapi saya dan teman saya belum sempat membalas kebaikan pada dia, Dia udah meninggalkan kami untuk selama - lamanya ( RANDY PRATAMA SUNU ) teman yang begitu terkenang dalam hati kami..... semoga kau di sana baik - baik saja dan di ampuni dosa -dosa kamu teman.amin " .

Pesan saya tetap semangat jaga persatuan dan kesatuan mari BELAJAR BERSAMA - SAMA jangan pernah malu untuk bertanya untuk kebaikan diri kita.... good luck....

i miss u klaten city with tehnologi